Pakai Geomembran lahan Garam di garap

SUMENEP – Kendati pergantian musim hujan ke kemarau belum jelas, para petani mulai menggarap lahan garam. Seperti tampak di lahan pegaraman milik PT Garam. Bila akhir bulan ini hujan tidak turun terus-menerus, mereka bisa memanen garam.

Lahan milik PT Garam itu digarap pekerja Kamis (15/5). Bahkan, sudah ada proses mengalirkan air laut ke lahan garam. Lahan pegaraman 1 itu menggunakan geomembran sehingga tidak harus menunggu pengeringan lahan.

Seorang pekerja PT Garam, Adwi, mengatakan, saat ini masuk proses mengalirkan air laut ke lahan tambak garam. Selain itu, mereka membersihkan geomembran dari lumpur dan sisa air di lahan garam. Mereka memprediksi dalam dua hari nanti masuk proses pembekuan air laut menjadi garam.

”Kalau menggunakan geomembran lebih cepat produksinya karena tidak menunggu pengeringan lahan tambak. Caranya, cukup membersihkan alas semacam karpet itu, kemudian diisi air laut,” kata warga Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep, itu.

Sementara itu, mandor PT Garam pegaraman 1 Kalianget, Jailani mengatakan, produksi garam dilakukan sejak bulan ini. Berkaca pada tahun sebelumnya, produksi garam baru bisa dilakukan pada Juni.

Perusahaan dan petani saat ini sudah memulai proses produksi. Mereka juga membenahi lahan tambak dan memperbaiki tanggul. Selain itu, sebagian lahan petani yang tidak menggunakan geomembran juga sudah dipadatkan.

”Ini tergolong cepat produksinya. Paling tidak akhir bulan ini panen pertama,” terang warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget tersebut. (dry/rd/JPNN/c2/bh)

About the author: ALTAquaTech.@

Leave a Reply

Your email address will not be published.